Kultur
Tuesday, July 31st, 2007Sekarang ataupun nanti pasti terasa kalau fakultas tidak bisa mengakomodasi kebutuhan dalam mencetak sarjana perikanan yang handal. Orang-orang fakultas lebih sibuk memikirkan diri sendiri daripada masa depan institusi ini, mengapa? Ya…karena lebih menguntungkan mereka, kalau bisa meraup keuntungan sendiri mengapa tidak!!!
Sebuah permasalahan klasik yang tak kunjung usai karena telah menjadi kultur. Kultur yang dikembangkan bukannya kultur yang bisa membangun sarjana-sarjana perikanan maju melainkan kultur yang mematikan kreatifitas mereka yang tidak sejalan dengan kepentingan orang-orang dominan yang ada di fakultas. Akhirnya, hanya orang-orang yang bisa dikendalikan alias robot fakultas yang akan bertahan.
Pertemuanku dengan beberapa alumni sering mengeluhkan masalah jaringan alumni, khususnya perikanan. Tidak adanya sistem informasi tentang kejelasan lulusan perikanan menjadikan alumni perikanan yang baru sering mencari kerja serampangan. Artinya, alumni yang tidak mempunyai link ataupun sedikit linknya sulit unuk menembus bidang perikanan. hal ini bukan karena mereka tidak aktif mencari, tetapi hanya perkara mereka tidak sealiran/golongan akhirnya secara tertib berguguran. Masihkah kultur ini dipertahankan? Ya…Sebab informasi lowongan kerja selalu ngendon di salah satu komisariat ***